Kamis, 14 Mei 2020

Suster Apung yang Rela Arungi Lautan Demi Menolong Sesama

Posted by Reyhan on 15.24 with No comments
Suster Apung
Suster Apung

Siapa tahu seorang wanita sering kali dianggap sebagai makhluk lemah yang wajib dilindungi. Namun beda hal yang satu ini tak berlaku untuk Andi Rabiah. Andi Rabiah ini merupakan suster apung yang begitu rela mengarungi lautan untuk membantu antar sesamanya. Maka, hal ini pula atas dedikasinya yang seorang suster untuk membantu masyarakat apalagi dengan rela mengarungi sebuah lautan demi tugas yang ia emban dan yang menjadikan Andi Rabiah layak mendapatkan Asuransi Syariah Indonesia.

Dikenal dengan Julukan Suster Apung
Andi Robiah merupakan ini seorang wanita yang berprofesi sebagai perawat di sebuah puskesmas di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ditempat terpencil ia menyeruakan inspiratif untuk tetap menyongsong tugas yang diemban sebagai seorang perawat tanpa mengenal tempat tapi demia masyarakat yang begitu mengharapkan setiap dampak fasilitas kesehatan terpencil. Bahkan tak tanggung-tanggung, bahkan pulau yang dijadikan sebagai tempat mengabdinya ini berjumlah puluhan pulau yang mana mengharuskan Andi Robiah harus mengarungi lautan atau menyeberangi dengan setiap harinya gonta ganti cuaca tak dihiraukan suster Andi Robiah untuk tetap melayani apalagi ombak lautan yang kadang besar bahkan adanya badai. Hal ini pula yang menjadikan Andi Rabiah dikenal sebagai suster apung. Semangatnya yang tak kenal lelah itulah sepercik pepatah yang tepat untuk dikaitkan dengan suster Andi Robiah.

Awal Pengabdian Andi Rabiah Mendapat Penolakan dari Masyarakat
Tempat penugasannya serta pengabdian yang ia lakukan berada di daerah terpencil yang jauh dari arus pembangunan dan teknologi mengharuskan Rabiah mengalami kenyataan pahit saat awal mengabdi. Dulu Rabiah pernah ditolak oleh masyarakat sekitar sebab mereka lebih percaya hukum dibanding perawat. Namun hal ini tak menghalanginya untuk terus berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat. Agar terciptanya kesehatan bagi masyarakat sekitar. Ilmu yang diemban selama masa menuntut ilmu akan ia terapkan kepada masyarakat untuk menepis percaya hukum tapi harus percaya dengan adanya sebuah teori. Karna teori kesehatan sering update untuk lebih memastikan ilmu itu pasti akan terus berkembang dalam hal apa pun itu.

Rabiah Sering Mendapat Rintangan Selama Masa Pengabdiannya
Setelah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sekitar, maka tugas Rabiah menjadi semakin berat. Ditambah lagi minimnya fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Bahkan Rabiah pernah dengan terpaksa memberikan cairan infus yang ada stock menipis sebagai simpanan kepada pasiennya karena stok infus sudah habis. Untungnya tidak terjadi efek samping dan pasien dinyatakan sembuh total. 

Rabiah Pernah Terdampar di Pulau Tak Berpenghuni 
Puluhan tahun menjadi suster apung tentunya sudah banyak sekali pengalaman yang dirasakan oleh Rabiah. Bahkan Rabiah juga pernah terdampar di pulau tak berpenghuni karena kapalnya karam diterjang ombak besar. Bahkan hal ini sempat membuat Rabiah harus terdampar selama 2 minggu di pulau tak berpenghuni bersama 14 orang lainnya. 

Kisah Perjuangannya Banyak Diangkat Media
Pengabdiannya di pulau terpencil tak sia-sia. Bahkan kini Andi Rabiah banyak mendapat bantuan dan kisah perjuangannya banyak diangkat di berbagai media. Bahkan Rabiah juga pernah diundang Presiden Jokowi untuk menghadiri upacara kemerdekaan di istana merdeka.

Kisah perjuangan suster apung Andi Rabiah tentunya memberikan banyak sekali pelajaran bagi kita semua. Berkat kerja keras yang sudah ia lakukan selama ini mampu membuat Andi Rabiah layak mendapatkan Produk Asuransi Syariah dari Allianz. Semoga sosok Andi Rabiah mampu menginspirasi kita semua dengan saling membantu #AwaliDenganKebaikan untuk saling membantu.
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar